Jumat, 28 Oktober 2011

Lelaki kecil usia belasan
Rokok ditangan depan kedai tuak
Disela gurau tiga temannya
Di atas koran asyik main domino

Di lokalisasi pinggiran kota
Yang nama dosa mungkin tak bicara
Neraka poster indah
kamar remang
Engkau lahir lelaki
kecil malang

Gali gongli bocah karbitan
Besar dari belaian
Ribuan bapak
Gali gongli anak rembulan
HIdup dari bibir yang
Iklankan tubuh mulus
Ibunya.......

Lelaki kecil usia belasan
Usai berjudi pagi habis subuh
Kembali....ia ditelan sepi
Entah esok apalagi
Hari depan........

Jumat, 21 Oktober 2011

Memetik gitar dan bernyanyi Pada waktu tak bertepi  
Di atas langit di bawah tanah Di hembus angin terseret arus  

Untuk saudara tercinta Untuk Jiwa yang terluka  
Tengah lagu suaraku hilang Sebab hari semakin bising  

Hanya bunyi peluru di udara Gantikan denting gitarku  
Mengoyak paksa nurani Jauhkan jarak pandangku  

2#  Bibirku bergerak tetap nyanyikan cinta, Walau aku tau tak terdengar  
      Jariku menari tetap takkan berhenti Sampai wajah tak murung lagi  

Amarah sempat dalam dada, Namun akalku menerkam
Kubernyanyi di matahari Kupetik gitar di rembulan  
Di balik bening mata air Tak pernah ada air mata