Lelaki kecil usia belasan
Rokok ditangan depan kedai tuak
Disela gurau tiga temannya
Di atas koran asyik main domino
Di lokalisasi pinggiran kota
Yang nama dosa mungkin tak bicara
Neraka poster indah
kamar remang
Engkau lahir lelaki
kecil malang
Gali gongli bocah karbitan
Besar dari belaian
Ribuan bapak
Gali gongli anak rembulan
HIdup dari bibir yang
Iklankan tubuh mulus
Ibunya.......
Lelaki kecil usia belasan
Usai berjudi pagi habis subuh
Kembali....ia ditelan sepi
Entah esok apalagi
Hari depan........
Jumat, 28 Oktober 2011
Jumat, 21 Oktober 2011
Memetik gitar dan bernyanyi Pada waktu tak bertepi
Di atas langit di bawah tanah Di hembus angin terseret arus
Untuk saudara tercinta Untuk Jiwa yang terluka
Tengah lagu suaraku hilang Sebab hari semakin bising
Hanya bunyi peluru di udara Gantikan denting gitarku
Mengoyak paksa nurani Jauhkan jarak pandangku
2# Bibirku bergerak tetap nyanyikan cinta, Walau aku tau tak terdengar
Jariku menari tetap takkan berhenti Sampai wajah tak murung lagi
Amarah sempat dalam dada, Namun akalku menerkam
Kubernyanyi di matahari Kupetik gitar di rembulan
Di balik bening mata air Tak pernah ada air mata
Di atas langit di bawah tanah Di hembus angin terseret arus
Untuk saudara tercinta Untuk Jiwa yang terluka
Tengah lagu suaraku hilang Sebab hari semakin bising
Hanya bunyi peluru di udara Gantikan denting gitarku
Mengoyak paksa nurani Jauhkan jarak pandangku
2# Bibirku bergerak tetap nyanyikan cinta, Walau aku tau tak terdengar
Jariku menari tetap takkan berhenti Sampai wajah tak murung lagi
Amarah sempat dalam dada, Namun akalku menerkam
Kubernyanyi di matahari Kupetik gitar di rembulan
Di balik bening mata air Tak pernah ada air mata
Selasa, 18 Oktober 2011
Langganan:
Postingan (Atom)
